Sebelum mengenal beberapa kesalahan pemain game kompetitif, ada baiknya untuk tahu seperti apa permainan itu terlebih dahulu. Game kompetitif menjadi salah satu aktivitas bermain yang semakin hari, semakin memiliki banyak peminatnya. Lantaran jenisnya telah terstruktur antara pemain (solo) maupun tim, bersaing demi memperoleh kemenangan. Caranya juga beragam, seperti : mengandalkan kegunaan strategi, keterampilan, fokus, dan lain sebagainya. Jika di persingkat, maka gamenya sendiri memiliki tujuan pada peningkatan diri dan kemenangan. Jelas hal tersebut sangatlah berbeda dari game casual yang sifatnya bersenang-senang atau fun.
Tapi, tidak sedikit para pemula melakukan berbagai macam kesalahan pada game kompetitif yang tengah mereka mainkan. Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang patut Anda hindari saat tengah memainkan game dengan genre multiplayer.
3 Kesalahan Pemain Game Kompetitif yang Paling Sering Muncul
Ada beberapa kesalahan pemain game kompetitif yang biasanya wajar terjadi pada para pemula. Salah satu contoh besarnya adalah terlalu fokus hanya pada satu lawan saja, padahal masih ada lawan lain yang harus diwaspadai. Selain itu, mengabaikan ketersediaan minimap, tidak adanya kerjasama tim, sampai terlalu emosi bisa berujung pada kekalahan. Maka dari itulah, hindari sikap-sikap yang ada di bawah ini :
1. Kesalahan pada Posisi Gameplay
Kesalahan pertama yang biasa dilakukan oleh para pemula dan sudah pasti sering terjadi ialah gameplay yang sedang dimainkannya. Rata-rata tipe pemain seperti ini sangat senang mengandalkan fokus yang berlebihan. Yakni hanya tertuju pada 1 lawan atau satu area saja, sedangkan pergerakan lain tidak di sadari. Sampai pada akhirnya, informasi penting pun terabaikan. Minimap, kill feed, melihat inventory berkali-kali secara berkala, tidak terpenuhi dengan sebaik mungkin.
Dari sini muncul sudah komunikasi yang kurang & tidak adanya kerjasama yang kuat. Berakibat pada koordinasi dengan tim gagal, membangun strategi kacau, bahkan bisa saling menyalahkan satu sama lain. Tentunya bermain seperti itu, tidak akan ada kemenangan yang bisa diraih oleh para pemain.
2. Sikap Psikologis dan Mental
Selain gameplay, kesalahan pemain game kompetitif lainnya yang terjadi adalah sikap yang mengganggu area psikologis dan mental. Biasanya ketika kondisi sudah tidak kondusif, mereka akan melakukan :
- Toxic/Cyberbullying : seringkali berbicara kasar, yang mana isinya sering mengandung SARA maupun merendahkan orang lain.
- Emosi berlebih : cepat mengalami frustasi saat gameplay mendekati kekalahan, sudah pasti marah-marah dengan ocehan tidak jelas terjadi. Hal ini bisa membuat performa in-game menjadi buruk.
- Narcissism/Neuroticism : mudah merasa cemas, sampai berakibat performa individu dalam sebuah tim menjadi menurun hingga memperburuk keadaan.
3. Kurangnya Manajemen Waktu/Diri
Terakhir adalah kurangnya melakukan manajemen waktu maupun diri. Bermain tanpa batasan yang pasti, tentunya bisa memicu kesehatan fisik maupun mental. Jika terus-terusan terjadi, maka jangan salahkan diri kalau Anda akan mudah sakit. Selain itu, ada juga tipe pemain yang sering melakukan tilt. Yakni bermain dengan melakukan taruhan jauh lebih besar setelah kalah. Tentu saja akibatnya adalah bisa memberikan kehilangan kemenangan jauh lebih banyak dari sebelumnya.
Lantas, bagaimana cara menghindarinya? Tentu saja dengan cara berikut :
- Meluangkan waktu demi bisa merefleksikan kesalahan sesaat setelah menjalani pertandingan pada game (Analisis & Refleksi)
- Menentukan waktu untuk bermain dengan jelas, seperti di waktu weekend atau jam-jam lowong saja.
- Fokus pada proses dengan cara menjaga komunikasi dan tingkatkan skill, bukan semata-mata hanya demi kesenangan saja.
Jadi, itulah kurang lebih penjelasan terkait kesalahan pemain game kompetitif yang dapat Anda ketahui pada artikel ini. Jika Anda adalah salah satu pemula dan tengah berjuang memainkan game multipemain. Ada baiknya mencerna artikel ini dengan sebaik mungkin.
